⛅ Gangguan Pola Tidur Berhubungan Dengan Nyeri
Gangguantidur dapat ditandai dengan mengantuk di siang hari, sulit tidur di malam hari, atau siklus tidur dan bangun tidur yang tidak teratur. Gangguan tidur yang tidak ditangani dengan baik dapat meningkatkan risiko munculnya berbagai penyakit lain, seperti hipertensi dan penyakit jantung. Jenis dan Penyebab Gangguan Tidur. Berdasarkan bentuk kelainan atau gejalanya, gangguan tidur terbagi dalam beberapa jenis. Di bawah ini adalah beberapa jenis gangguan tidur yang sering terjadi: 1. Insomnia
2Ketidakefektifan pola nafas (00032) berhubungan dengan penekanan medula oblongata. 3 Risiko ketidakefekifan perfusi jaringan serebral (00200) berhubungan dengan peningkatan tekanan intrakranial, pembedahan tumor, edema serebri. (00085) berhubungan dengan gangguan sensorik dan motorik 7 Gangguan rasa nyaman (00214) berhubungan dengan nyeri
Gangguanpola tidur Definisi : Gangguan kualitas dan kuantitas waktu tidur akibat faktor eksternal Batasan Karakteristik : · Perubahan pola tidur normal · Penurunan kemampuan berfungsi · Ketidakpuasan tidur · Menyatakan sering terjaga · Meyatakan tidak mengalami kesulitan tidur · Menyatakan tidak merasa cukup istirahat Faktor Yang Berhubungan · Kelembaban lingkungan sekitar · Suhu lingkungan sekitar · Tanggung jawab memberi asuhan · Perubahan pejanan terhadap cahaya gelap
Menggunakanalat bantu tidur (mis; air hangat untuk mandi, bahan bacaan,pijatan di punggung,susu, music yang lembut, dll). 2 Gangguan pola tidur: kurang dari kebutuhan tubuh b/d nyeri perut yang terus 1. Mempertahankan jadual harian yang konsisten untuk bangun, tidur dan istirahat. 2.
antarameningkatnya gangguan tidur dengan derajat keparahan nyeri kepala. Sahota dan Dexter mengajukan klasifikasi kompleks mengenai nyeri kepala yang berhubungan dengan gangguan tidur seperti yang dikutip oleh Dodick dkk 6 pada Tabel 1. angguan tidur maupun nyeri kepala merupakan dua keluhan yang sering dijumpai pada praktik klinik. Hubungan
Gangguantidur spesifik seperti nyeri dan pemeriksaan tanda vital selama perawatan adalah sebagai berikut: untuk anak-anak pemeriksaan tanda vital dan rasa nyeri yang dirasakan pada waktu tidur (39%, nyeri 36%), pada malam hari (tanda vital 46%, nyeri 28%), pada pagi hari (tanda vital 39%, nyeri 23%).
diagnosayang teratasi : nyeri akut berhubungan dengan inflamasi paru dan batuk menetap, dan gangguan pola tidur berhubungan dengan sesak napas dan batuk. Disamping itu ada 3 diagnosa yang teratasi sebagian : brsihan jalan nafas tidak efektif berhubungan dengan penumpukan sekret, sekret kental, risiko tinggi
9 Diagnosis a. Gangguan pola tidur berhubungan dengan kerusakan transfer oksigen, gangguan metabolisme, kerusakan eliminasi, imobilisasi, nyeri pada kaki, lingkungan yang mengganggu. b. Cemas berhubungan dengan ketidakmampuan untuk tidur, henti nafas saat tidur. c. Koping individu tidak efektif berhubungan dengan insomnia. 10.
Gangguanpola tidur juga dapat terjadi akibat dari depresi yang di alamai oleh penderita kanker servik. Pasien dengan cemas biasanya akan terganggu istirahat dan tidurnya, pasien akan lebih sering terbangun pada malam hari karena cemas yang dirasakan. Gangguan pola tidur adalah masalah yang berhubungan dengan tidur yang berulang
vpz5dG. Gangguan Pola Tidur Diagnosa dan Intervensi NANDA NIC NOC Versi 1 Berikut ini kami sajikan pembahasan mengenai Diagnosa Keperawatan dan Intervensi Keperawatan Gangguan Pola Tidur dilengkapi dengan Definisi, Data Penunjang Do Ds, Nursing Outcome Criteria NOC dan Nursing Intervention Criteri NIC. Selamat belajar yaa teman-teman semuanya. A. Diagnosa dan Faktor Berhubungan Definisi Gangguan jumlah dan kualitas tidur penghentian kesadaran alami, periodic yang dibatasi waktu dalam jumlah dan kualitas Pedoman NANDA 2018-2020 Berhubungan dengan Gangguan pola tidur, kurang berhubungan dengan Cemas / takut Agen biokimia obat Keletihan Suhu tubuh meningkat /demam Depresi / berduka Perpisahan dgn orang yg terdekat/benda kesayangan Nausea Sesak nafas Nyeri Lingkungan pencahayaan, bising, lingkungan baru ....................................... Data Subyektif klien mengatakan ; Tidur tidak puas Sering terbangun di malam hari …………………………. Data Obyektif Insomnia sulit tidur Jumlah tidur kurang dari kebutuhan sesuai umur Inkontinensia Urine ………………….. ………………….. B. Tujuan dan Kriteria Hasil NOC Perasaan nyaman Tidur sesuai dengan pola kebiasaan Kebutuhan istirahat cukup Tujuan Setelah dilakukan asuhan ke perawatan selama ....x 24 jam Klien dapat tidur sesuai dengan kebutuhan dan usia Bayi 18-20 jam Balita 12-14 jam Anak sekolah10-12 jam Dewasa muda8-9 jam Dewasa 6-8 jam Lansia sekitar 6 jam Klien mengutarakan merasa segar dan puas Istirahat dan tidur cukup ........................... .......................... C. Intervensi Keperawatan Rencana Tindakan Peningkatan kualitas tidur Kaji pola tidur klien Jelaskan pentingnya tidur yang adekuat kepada klien dan keluarga Identifikasi penyebab gangguan tidur, Fisik nyeri, sering Bak, sesak nafas, batuk, demam, mual dll. Psikis cemas, stress, lingkungan dll. Fasilitasi klien untuk tidur yang adekuat rubah posisi tidur sesuai kondisi, berikan benda-benda yang familier pada anak ............................................. Peningkatkan koping Diskusikan pilihan yang realistis terhadap terapi/ tindakan yang akan dilakukan Dorong klien untuk memiliki harapan yg realistis untuk mengatasi perasaan putus asa Dorong klien untuk mengidentifikasi kekuatan dan kemampuan yang ada pada diri klien. Libatkan dukungan dari keluarga dan orang yang terdekat. Ajurkan klien untuk berdoa sesuai dengan kepercayaan yang dianut. Manajemen lingkungan kenyamanan Ciptakan lingkungan yang tenang, bersih, nyaman dan minimalkan gangguan Hindari suara keras dan penggunaan lampu saat tidur malam Hindari tindakan keperawatan pada waktu klien tidur Batasi jumlah pengunjung Berikan susu hangat sebelum tidur .................................................. Nama Perawat ........................ .......................... Diagnosa dan Intervensi Gangguan Pola Tidur Versi Tabel Definisi Gangguan jumlah dan kualitas tidur penghentian kesadaran alami, periodic yang dibatasi waktu dalam jumlah dan kualitas Pedoman NANDA 2018-2020 Berhubungan dengan Gangguan pola tidur, kurang berhubungan dengan Cemas / takut Agen biokimia obat Keletihan Suhu tubuh meningkat /demam Depresi / berduka Perpisahan dgn orang yg terdekat/benda kesayangan Nausea Sesak nafas Nyeri Lingkungan pencahayaan, bising, lingkungan baru ....................................... Data Subyektif klien mengatakan ; Tidur tidak puas Sering terbangun di malam hari …………………………. Data Obyektif Insomnia sulit tidur Jumlah tidur kurang dari kebutuhan sesuai umur Inkontinensia Urine ………………….. ………………….. Tujuan NOC Intervensi NIC NOC Perasaan nyaman Tidur sesuai dengan pola kebiasaan Kebutuhan istirahat cukup Tujuan Setelah dilakukan asuhan ke perawatan selama ....x 24 jam Klien dapat tidur sesuai dengan kebutuhan dan usia Bayi 18-20 jam Balita 12-14 jam Anak sekolah10-12 jam Dewasa muda8-9 jam Dewasa 6-8 jam Lansia sekitar 6 jam Klien mengutarakan merasa segar dan puas Istirahat dan tidur cukup ........................... .......................... Rencana Tindakan Peningkatan kualitas tidur Kaji pola tidur klien Jelaskan pentingnya tidur yang adekuat kepada klien dan keluarga Identifikasi penyebab gangguan tidur, Fisik nyeri, sering Bak, sesak nafas, batuk, demam, mual dll. Psikis cemas, stress, lingkungan dll. Fasilitasi klien untuk tidur yang adekuat rubah posisi tidur sesuai kondisi, berikan benda-benda yang familier pada anak ............................................. Peningkatkan koping Diskusikan pilihan yang realistis terhadap terapi/ tindakan yang akan dilakukan Dorong klien untuk memiliki harapan yg realistis untuk mengatasi perasaan putus asa Dorong klien untuk mengidentifikasi kekuatan dan kemampuan yang ada pada diri klien. Libatkan dukungan dari keluarga dan orang yang terdekat. Ajurkan klien untuk berdoa sesuai dengan kepercayaan yang dianut. Manajemen lingkungan kenyamanan Ciptakan lingkungan yang tenang, bersih, nyaman dan minimalkan gangguan Hindari suara keras dan penggunaan lampu saat tidur malam Hindari tindakan keperawatan pada waktu klien tidur Batasi jumlah pengunjung Berikan susu hangat sebelum tidur .................................................. Nama Perawat ........................ .......................... Sumber Jurnalis Keperawatan Indonesia Daftar Pustaka Berman, A., Snyder, Frandsen, G. 2016. Kozier & Erb’s Fundamentals of Nursing Concepts, Process, and Practice Tenth Edition. New York Pearson Education, Inc. Diagnosa dan Intervensi NANDA NIC NOC 2018 - 2020 Dougherty, L., & Lister, S. 2015. The Royal Marsden Manual of Clinical Nursing Procedures, ed. NHS Foundation. Muhith, Abdul. 2015. Pendidikan Keperawatan Jiwa. Yogyakarta CV Andi Offset. Potter, Perry, Buku Ajar Fundamental Keperawatan Konsep, Proses, Dan Bahasa Yasmin Asih, dkk. Jakarta EGC. Potter, Perry, Stockert, & Hall, 2013. Fundamentals of Nursing Eighth Edition. St. Louis Mosby Demikianlah artikel singkat dari kami diatas yang berjudul Gangguan Pola Tidur Diagnosa dan Intervensi NANDA NIC NOC Versi 1. Semoga apa yang telah kami berikan dan sajikan untuk teman-teman semuanya dapat bermanfaat. Terimakasih atas kunjungan teman-teman semuanya. Sampai jupa lagi yaa.
Rasa sakit bikin sulit tidur, tapi sulit tidur juga bisa bikin rasa sakit makin parah. Tahukah Anda mengapa bisa demikian?Ketika merasa sakit, baik akibat cedera ataupun penyakit, Anda pasti akan sulit untuk memejamkan mata dengan tenang. Pasalnya, tidur membutuhkan kenyamanan dan ketenangan tersendiri. Meski begitu, memutuskan untuk melek sampai pagi juga salah. Sebab, semakin kurang waktu istirahat, semakin terasa nyeri tubuh Anda. Cukup kompleks dan serba salah, bukan? Fungsi otak dipengaruhi kondisi kurang tidur Dilansir dari Psychology Today, hubungan antara tidur dan rasa sakit sebenarnya telah diketahui sejak lama. Namun sayang, proses tersebut masih belum dipahami secara mendalam. Faktanya, sudah banyak penelitian yang mengungkapkan bagaimana kurang tidur memengaruhi fungsi otak dan memperkuat rasa sisi lain, ada juga penelitian yang menganggap bahwa tidur bisa dijadikan terapi yang berguna untuk mengurangi rasa sakit. Padahal, sudah dijelaskan bahwa orang yang merasakan nyeri hebat akan kesulitan untuk tersebut lantas membuat seorang peneliti dari University of California, Adam Krause melakukan sebuah uji coba lanjutan. Uji coba yang telah diterbitkan dalam The Journal of Neuroscience tersebut bertujuan untuk mencari tahu hubungan antara rasa sakit dan yang dilakukan melibatkan 25 orang dewasa muda yang sehat. Di hari pertama, mereka diizinkan untuk tidur sepanjang hari. Di hari kedua, mereka dipaksa untuk tetap terjaga selama 24 itu, para ilmuwan menguji ambang batas peserta studi terhadap rasa sakit menggunakan suhu tubuh mereka. Hasilnya, suhu tubuh peserta studi lebih rendah saat tidak tidur. Hubungan kurang tidur dan rasa sakit Tak hanya itu, peneliti juga menempatkan peserta dalam mesin pencitraan resonansi magnetik fungsional fMRI untuk melihat bagaimana kurang tidur mengubah respons otak terhadap rasa sakit. Karena pada dasarnya, rasa sakit atau nyeri merupakan proses yang melibatkan nyeri mengalir dari pusat cedera melalui sumsum tulang belakang ke bagian otak yang berhubungan dengan sentuhan korteks somatosensorik. Setelah itu, korteks somatosensorik akan memperkirakan lokasi rasa sakit dan intensitasnya, lalu memberikan sinyal ke seluruh otak untuk menghasilkan sebuah reaksi. Akan tetapi, tubuh punya sistem pertahanan sendiri. Korteks insula dan striatum pada otak akan merekrut sistem penghilang rasa sakit alami dengan memicu pelepasan opioid saat Anda kurang tidur, ada dua hal yang bisa terjadi, yaitu Adanya peningkatan reaktivitas dari korteks somatosensorik yang akan membuat rasa nyeri semakin terasa. Tubuh tetap mengaktifkan korteks insula untuk menghalau rasa sakit yang dirasakan. Semakin banyak waktu tidur yang Anda dapatkan, semakin aktif pula korteks insula bekerja membantu menangkal rasa sakit. Sehingga, bila Anda sedang merasakan nyeri dan tak bisa tidur, sebaiknya tetap usahakan untuk tertidur agar korteks insula semakin aktif membantu meredakan rasa sakit yang dirasakan. Intinya, durasi dan kualitas tidur adalah yang paling membuat perbedaan terhadap peningkatan dan penurunan rasa sakit yang Anda jika Anda tetap kesulitan tidur karena rasa sakit yang tak tertahankan, obat antinyeri dan obat tidur bisa dijadikan sebagai solusi alternatif. Untuk obat antinyeri, Anda bisa mengonsumsi parasetamol atau memanfaatkan obat topikal oles untuk meringankan rasa nyeri di bagian tubuh tertentu. Sedangkan untuk obat tidur, Anda harus berkonsultasi lebih lanjut pada dokter sebelum menggunakan obat-obatan jenis ini. Pasalnya, menurut dr. Astrid Wulan Kusumoastuti dari KlikDokter, obat tidur hanya boleh diberikan oleh dokter dan harus tetap berada dalam pengawasan dokter.NB/ RVSRasa Sakitkurang tidurSulit TidurObat Tidurtidursakitnyeri
1. Pengantar Gangguan pola tidur seringkali dianggap sepele dan diabaikan. Padahal, gangguan ini dapat mempengaruhi kesehatan tubuh dan meningkatkan risiko terkena berbagai penyakit, termasuk nyeri. Pada artikel ini, kita akan membahas tentang hubungan antara gangguan pola tidur dengan nyeri. 2. Apa itu Gangguan Pola Tidur? Gangguan pola tidur adalah kondisi di mana seseorang mengalami kesulitan untuk tidur dengan nyenyak dan teratur. Kondisi ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor seperti stres, depresi, kecemasan, dan masalah kesehatan yang mendasar. Tidur yang tidak cukup dan tidak berkualitas dapat mempengaruhi kesehatan secara keseluruhan dan meningkatkan risiko terkena berbagai penyakit. 3. Apa itu Nyeri? Nyeri adalah sensasi tidak nyaman yang dirasakan oleh seseorang pada bagian tubuh tertentu. Nyeri dapat disebabkan oleh berbagai faktor seperti cedera, inflamasi, dan gangguan kesehatan yang mendasar. Nyeri dapat mempengaruhi kualitas hidup seseorang dan memengaruhi aktivitas sehari-hari. 4. Hubungan antara Gangguan Pola Tidur dengan Nyeri Beberapa penelitian menunjukkan bahwa gangguan pola tidur dapat mempengaruhi rasa nyeri seseorang. Gangguan tidur yang berkepanjangan dapat memengaruhi sistem saraf dan mempengaruhi cara tubuh merespons terhadap rasa nyeri. Selain itu, tidur yang tidak cukup dapat mengurangi produksi hormon melatonin yang dapat membantu mengurangi rasa nyeri. Kondisi ini dapat menyebabkan seseorang lebih sensitif terhadap rasa nyeri. 5. Gangguan Pola Tidur dan Migrain Migrain adalah jenis sakit kepala yang disebabkan oleh kontraksi dan pelebaran pembuluh darah di kepala. Gangguan pola tidur dapat memicu migrain dan memperburuk gejala migrain. Tidur yang tidak cukup dan tidak berkualitas dapat meningkatkan risiko terkena migrain dan memperburuk gejalanya. 6. Gangguan Pola Tidur dan Sakit Punggung Sakit punggung adalah kondisi di mana seseorang mengalami nyeri pada bagian punggung. Gangguan pola tidur dapat memperburuk nyeri pada punggung. Tidur dalam posisi yang salah atau tidur terlalu lama dapat menyebabkan ketegangan pada otot punggung dan meningkatkan risiko terkena sakit punggung. 7. Gangguan Pola Tidur dan Fibromyalgia Fibromyalgia adalah kondisi di mana seseorang mengalami nyeri pada seluruh tubuh dan kelelahan yang berkepanjangan. Gangguan pola tidur dapat memperburuk gejala fibromyalgia. Tidur yang tidak cukup dan tidak berkualitas dapat meningkatkan risiko terkena fibromyalgia dan memperburuk gejalanya. 8. Gangguan Pola Tidur dan Osteoartritis Osteoartritis adalah kondisi di mana seseorang mengalami kerusakan pada sendi dan tulang. Gangguan pola tidur dapat memperburuk gejala osteoartritis. Tidur yang tidak cukup dan tidak berkualitas dapat meningkatkan risiko terkena osteoartritis dan memperburuk gejalanya. 9. Gangguan Pola Tidur dan Artritis Reumatoid Artritis reumatoid adalah kondisi di mana seseorang mengalami peradangan pada sendi yang dapat mempengaruhi kualitas hidup. Gangguan pola tidur dapat memperburuk gejala artritis reumatoid. Tidur yang tidak cukup dan tidak berkualitas dapat meningkatkan risiko terkena artritis reumatoid dan memperburuk gejalanya. 10. Gangguan Pola Tidur dan Tekanan Darah Tinggi Tekanan darah tinggi adalah kondisi di mana seseorang mengalami tekanan darah yang tinggi pada pembuluh darah. Gangguan pola tidur dapat memperburuk tekanan darah tinggi. Tidur yang tidak cukup dan tidak berkualitas dapat meningkatkan risiko terkena tekanan darah tinggi dan memperburuk gejalanya. 11. Gangguan Pola Tidur dan Diabetes Diabetes adalah kondisi di mana seseorang mengalami kadar gula darah yang tinggi. Gangguan pola tidur dapat mempengaruhi kadar gula darah dan memperburuk gejala diabetes. Tidur yang tidak cukup dan tidak berkualitas dapat meningkatkan risiko terkena diabetes dan memperburuk gejalanya. 12. Gangguan Pola Tidur dan Penyakit Jantung Penyakit jantung adalah kondisi di mana seseorang mengalami masalah pada jantung. Gangguan pola tidur dapat memperburuk gejala penyakit jantung. Tidur yang tidak cukup dan tidak berkualitas dapat meningkatkan risiko terkena penyakit jantung dan memperburuk gejalanya. 13. Faktor Risiko Gangguan Pola Tidur Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terkena gangguan pola tidur antara lain Usia Obesitas Konsumsi alkohol dan kafein Stres dan kecemasan Kondisi kesehatan yang mendasar seperti sleep apnea dan restless leg syndrome 14. Faktor Risiko Nyeri Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terkena nyeri antara lain Cedera Inflamasi Gangguan kesehatan seperti arthritis dan fibromyalgia Kondisi psikologis seperti depresi dan kecemasan Usia 15. Cara Mengatasi Gangguan Pola Tidur Berikut adalah beberapa cara yang dapat membantu mengatasi gangguan pola tidur Membuat jadwal tidur yang teratur Menghindari konsumsi alkohol dan kafein sebelum tidur Menjaga suhu ruangan yang nyaman Melakukan relaksasi sebelum tidur seperti meditasi dan yoga Menghindari aktivitas yang dapat membuat sulit tidur seperti menonton TV atau menggunakan gadget sebelum tidur 16. Cara Mengatasi Nyeri Berikut adalah beberapa cara yang dapat membantu mengatasi nyeri Minum obat pereda nyeri yang diresepkan oleh dokter Mengompres bagian yang nyeri dengan air hangat atau dingin Merendam tubuh dalam air hangat Melakukan terapi fisik seperti pijat dan akupunktur Melakukan relaksasi seperti meditasi dan yoga 17. Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter? Jika gangguan pola tidur dan nyeri berkepanjangan dan mempengaruhi kualitas hidup, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter. Dokter dapat membantu melakukan evaluasi dan memberikan pengobatan yang sesuai. 18. Kesimpulan Gangguan pola tidur dapat mempengaruhi kesehatan tubuh dan meningkatkan risiko terkena berbagai penyakit termasuk nyeri. Penting untuk mengatasi gangguan pola tidur dan nyeri dengan tepat agar kualitas hidup tidak terganggu. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter jika ada gangguan pola tidur dan nyeri yang berkepanjangan. Kesehatan
gangguan pola tidur berhubungan dengan nyeri